Minggu, 27 Juli 2014

Sayang,

Sayang,
Kita pernah sedekat nadi meski saat ini kita sejauh matahari. 
Sayang,kita melukis mimpi bersama, berangan bersama dan berjanji akan menggapainya hingga dapat.
Sayang, kita tak peduli meskipun begitu sakit bertahan, kita harus tetap bersama.
Sayang, tak ada yang mampu mengobati segala rasa lelah dan gundah setiap harinya selain melihat lukisan senyum di wajah kita.
Sayang,
Tak ada yang ingin membuatku cepat melihat matahari terbit kembali selain karna aku merindukan suaramu.
Sayang,
Tak ada yang ingin ku genggang tangannya selain kamu saat aku lelah.
Sayang,
Tak ada yang indah yang ku lihat meski seribu kumbang indah hendak menyapa selain kamu.

Sayang..... 
Aku terlalu banyak menguntai mimpi tanpa pernah berkaca bahwa tak ada lagi kita yang dahulu... 
Bisakah kamu membangunkan semua lamunanku tanpa harus aku terus menangis ketika tersadar?

0 komentar :

Posting Komentar