Rabu, 17 September 2014

Harapanku hanya pada tuhan(bukan apapun dan siapapun)

     Bukan rupaku yang akan membuatmu tertawa , yang akan membuatmu senang dan merasa nyaman. aku selalu berusaha menjadikan diriku menyenangkan di setiap pertemuan kita, karena aku tak tahu kapan tuhan akan menakdirkan kita pada jalan kita masing-masing, kapan tuhan akan mengembalikan semua sedihku saat pertama aku belum bertemu dengan kamu dan merasa sebahagia sekarang. 

        Sayang, jika menurutmu rupaku yang membuatmu nyaman berada didekatku, maka aku akan menyoleknya seperti yang kamu inginkan. Menata penampilanku seperti yang biasa kamu suka. Tapi jika kamu merasa nyaman karena semua canda dan tawa yang hadir disetiap pertemuan kita, maka aku akan selalu membuat lelucon agar kamu bisa tertawa. 

           Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan jika suatu hari kamu memutuskan untuk pergi, harus aku cari dimana lagi rasa nyaman yang aku tak dapati cukup lama. Harus pergi mencari siapa jika aku butuh semangat dengan melihat mukamu. Aku harus bermanja dengan siapa jika memang aku sedang ingin bermanja . 

       Di balik semua rasa resahku, di balik semua gundah yang aku rasakan, di baliK semua rasa takutku, hatiku berkecambuk. Memakinya sendiri dalam hati. "aku harus kuat!" maki ku dalam hati. selama ini aku cukup banyak belajar bagaimana bertahan saat hati merasa resah tatkala keinginan itu tak tuhan berikan. Mungkin aku harus meyakininya demikian jika kamu pergi. Meski aku akan sakit, meski aku akan merindukan kamu, wangi tubuhmu, cara kamu menyebut namaku, cara kamu memperlakukanku, dan isi bbm yang biasa kamu kirimi. Mungkin aku akan gila karena merindukan hal-hal kecil yang tak jarang kita lakukan. 

         Tapi ketahuilah sayang, dibalik semua keinginanku yang keras untuk selalu bersama kamu, aku bisa meredam ego aku untuk itu semua. Aku ingin melihat kamu selalu tertawa, Aku ingin melihat kamu bahagia meski bukan aku yang akan membuatmu tertawa . mungkin aku akan sangat cemburu dengan dia , dia yang bisa membuatmu tertawa dan menikmati senyummu. Namun aku bisa apa, aku ttak bisa berharap lebih kepada aapapun, baik terhadap kamu, diriku sendiri, perasaanku, keadaan, maupun orang lain.

           Harapanku hanya pada tuhan, semoga tuhan tak memberi rasa sakit yang berlebihan ketika kamu pergi. Semoga tuhan lekas memberikanku jalan untuk menyegerakan sembuh dari lukaku. dan menyegerakan diri melupakan perasaanku . dan melanjutkan hidup dengan kesendirian(lagi)........

         

           

0 komentar :

Posting Komentar