Rabu, 17 September 2014

Sore ini, di danau

Aku mengambil penaku dan membawa teman cerita kecil yang selalu aku sandingkan dengan penaku. Aku mengganti pakaian lalu bergegas menuju danau belakang untuk menuangkan seluruh lara didalam benakku. Yah, bukan karena orang lain aku kerap terluka. Tapi karena perasaan cinta yang kerap aku rasakan itu salah.

“ Aku ini kesepian, seperti tak layak dicintai, lantas aku menemukan seseorang yang membuatku merasa nyaman, hingga aku tak sadar aku terlanjur merasakan perasaaan yang terlalu berlebih. Aku tidak menyalahkan siapapun, menyalahkan takdir bahkan menyalahkan dia. Aku lebih tepatnya harus berterimakasih kepadanya, karena aku masih bisa merasa sangat bahagia. Masih bisa merasa sangat bersemangat . Aku tak mengerti apa yang ada di dalam fikiranku. Aku selalu hendak menemuinya tersenyum. Aku tau, dan tidak sama sekali berharap lebih menjadikannya kekasihku. Kebersamaan kita selama ini sudah sangat membuat aku merasa sangat senang, sangat bahagia , bahkan mabuk rindu. Terlalu banyak hal sulit yang harus dia hadapi di harinya. Entah karena masalah hatinya , atau hanya sekedar urusan pekerjaannya . aku hanya ingin menjadi penghiburnya. Membuatnya tertawa, membuatnya tersenyum, membuatnya terbahak karena leluconku”


Saat ini, aku hanya ingin menulis itu dan melanjutkan menikmati sayup-sayup angin yang menerpa mukaku . sambil terus mengingat jelas senyummu dalam bayang-bayang imajinasiku.

0 komentar :

Posting Komentar