Seperti pasir yang terbawa gulungan ombak. Aku mengikuti apa yang km lihat, aku menyukai apa yang km sentuh. Kamu kemari aku sambut, kamu pergi aku menunggu. Aku, gadis kecilmu yang malang. Yang rela menanggung beribu cibiran hanya untuk tetap berada dekatmu.
Tak peduli seberapa keras angin mencoba menghembusku jauh dari sang tuannya. Aku berdiri tepat di depanmu. Aku menyandarkan diri padamu. Letihku, gundahku, cemasku tak lagi berarti tatkala itu denganmu.
Aku terbuai dalam asuhan yang semu.
Tuanku bilang ini cinta, ini kasih. Namun ku sebut ini seperti sirup beracun. Aku tergiur dan terhanyut. Menyerbunya bagai lebah yang mendamba sang madu.
Tuanku kehilangan arah anginnya. Ia berlabuh tepat di pantai kotor.
Ombak membawanya kesana dan angin tak mampu menghempasnya kembali ke daratan.
Selasa, 19 Mei 2015
Tuan yang terhempas
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar