Senin, 08 September 2014

Terimakasih Tuhan…….


            Pagi ini aku terbangun dengan sisa wajah berseri karena pertemuan kita semalam. Aku mengingatnya lagi mencoba mendapat tiap detik moment indah semalam. Rasanya sudah tak ada lagi yang aku inginkan selain ini. Ya….. karena semalam itu aku dapat jelas melihat warna bola matanya, senyum dari bibirnya, dan suara terbahaknya karna beberapa lelucon yang aku ceritakan. Bahkan aku bisa jelas mendengar dia menyebutkan namaku dan sesekali mencubit gemas pipiku.
            
Aku sedikit termangu semalam, lamunanku terlalu jauh. Kita menikmati senda gurau, menikmati sayup-sayup angin malam yang dingin menerpa wajah kami tanpa memperdulikan sekitar. “terimakasih tuhan, terimakasih atas kesempatan indah yang engkau berikan” aku terus mengucapnya dalam hati sambil terus memandangi dan memperhatikannya bercerita dan menatapku. Yaa…. Aku menikmati semuanya lahap-lahap. Senyumnya, tawanya, leluconnya, dan tatapan matanya serta sentuhan lembut tangannya di pipiku.
            
            Rasanya sampe detik ini pun,saat ku terbangun semuanya masih terasa nyata bagiku. Sentuhan tangannya pun masih begitu jelas bagaimana rasanya. Ahhhhh aku fikir aku belum move on karna pertemuan kami semalam. Aku beranjak dari kasur tanpa bisa berhenti bersenandung. “aku fikir aku mulai gila, aku fikir mulai ada yang tak baik di hatiku. Aku mulai merindukannya, mulai merasa tak bisa tak memikirkannya, mulai ingin mengiriminya bbm duluan, mulai resah dan mengharapkan kabar darinya, mulai cemas dan menanti kapan dia akan mengatur waktu untuk menemuiku” seruku dalam hati.

            “bangun bangun bangun ! jika kamu bahagia, jika kamu tertawa karenanya pun kamu takkan bisa memilikinya. Takkan bisa mendengarnya menyebut dia menyayangimu dan tak ingin kehilanganmu. Baginya kamu hanyalah hiburan disaat dia jenuh dan sedikit ingin bermainn-main. Kamu terlalu mengharap! Semanis apapun perbuatan dan perkataannya padamu, bukan berarti dia menyayangimu. bukannya kamu tau, ada wanitanya yang siap menjauhkannya darimu jika jika dia tau kamu menyayangi lelakinya. Bodoh bodoh bodoh !”gerutu ku dalam hati sambil sesekali memukul kepalaku .

            Hai kamu, lelaki wanita lain. Aku akan anggun menahan semua rasa cemburu didadaku. Selebihnya pun aku harus tahu diri siapalah aku. Aku hanya wanita yang 1 tahun belakangan ini kamu kenal. Dan maafkan aku, aku mulai menyadari telah lancang berani mengubah rasa kagumku menjadi cinta. Ya cinta, cinta yang hanya aku bisa nikmati sendiri tanpa pernah akan kamu mengerti . meskipun begitu, aku berterimakasih pada tuhan, karenanya aku bisa mengenalmu dan mencuri-curi tawamu lalu menyimpannya untuk suntikan semangatku menjalani hari-hariku yang begitu sepi.

0 komentar :

Posting Komentar