Pagi ini aku terbangun dengan sisa wajah berseri karena
pertemuan kita semalam. Aku mengingatnya lagi mencoba mendapat tiap detik
moment indah semalam. Rasanya sudah tak ada lagi yang aku inginkan selain ini.
Ya….. karena semalam itu aku dapat jelas melihat warna bola matanya, senyum
dari bibirnya, dan suara terbahaknya karna beberapa lelucon yang aku ceritakan.
Bahkan aku bisa jelas mendengar dia menyebutkan namaku dan sesekali mencubit
gemas pipiku.
Aku sedikit termangu semalam, lamunanku terlalu jauh.
Kita menikmati senda gurau, menikmati sayup-sayup angin malam yang dingin
menerpa wajah kami tanpa memperdulikan sekitar. “terimakasih tuhan, terimakasih atas kesempatan indah yang engkau
berikan” aku terus mengucapnya dalam hati sambil terus memandangi dan
memperhatikannya bercerita dan menatapku. Yaa…. Aku menikmati semuanya
lahap-lahap. Senyumnya, tawanya, leluconnya, dan tatapan matanya serta sentuhan
lembut tangannya di pipiku.
Rasanya sampe detik ini pun,saat ku terbangun semuanya
masih terasa nyata bagiku. Sentuhan tangannya pun masih begitu jelas bagaimana
rasanya. Ahhhhh aku fikir aku belum move on karna pertemuan kami semalam. Aku
beranjak dari kasur tanpa bisa berhenti bersenandung. “aku fikir aku mulai gila, aku fikir mulai ada yang tak baik di hatiku.
Aku mulai merindukannya, mulai merasa tak bisa tak memikirkannya, mulai ingin
mengiriminya bbm duluan, mulai resah dan mengharapkan kabar darinya, mulai
cemas dan menanti kapan dia akan mengatur waktu untuk menemuiku” seruku
dalam hati.
“bangun bangun
bangun ! jika kamu bahagia, jika kamu tertawa karenanya pun kamu takkan bisa
memilikinya. Takkan bisa mendengarnya menyebut dia menyayangimu dan tak ingin
kehilanganmu. Baginya kamu hanyalah hiburan disaat dia jenuh dan sedikit ingin
bermainn-main. Kamu terlalu mengharap! Semanis apapun perbuatan dan
perkataannya padamu, bukan berarti dia menyayangimu. bukannya kamu tau, ada
wanitanya yang siap menjauhkannya darimu jika jika dia tau kamu menyayangi
lelakinya. Bodoh bodoh bodoh !”gerutu ku dalam hati sambil sesekali memukul
kepalaku .
Hai kamu, lelaki wanita lain. Aku akan anggun menahan
semua rasa cemburu didadaku. Selebihnya pun aku harus tahu diri siapalah aku.
Aku hanya wanita yang 1 tahun belakangan ini kamu kenal. Dan maafkan aku, aku
mulai menyadari telah lancang berani mengubah rasa kagumku menjadi cinta. Ya
cinta, cinta yang hanya aku bisa nikmati sendiri tanpa pernah akan kamu
mengerti . meskipun begitu, aku berterimakasih pada tuhan, karenanya aku bisa
mengenalmu dan mencuri-curi tawamu lalu menyimpannya untuk suntikan semangatku
menjalani hari-hariku yang begitu sepi.
0 komentar :
Posting Komentar