Malam ini aku menyondongkan sedikit wajahku keluar jendela , aku melihat banyak sekali bintang malam ini , mereka berkedip seolah membisikkan suatu kata padaku . Aku bergegas keluar kamarku yang penuh dengan untaian foto , aku melepas sendal tidurku , menyisir rambutku dan mengepangnya hampir menyerupai buntut kuda . Ku buka pintu utama rumahku , ku ambil tangga dan bergegas menaiki tangga itu. Ku ambil sepotong koran , lalu ku tata hingga tepat menjaga kepalaku dari debu .
Aku membaringkan tubuhku , membuatnya menghadap ke langit . Terasa sekali dengan bumi rasanya , terasa sangat dekat sekali dengan bintang . “ bintang , kita tukeran tempat dulu yu , aku disana , kamu disini . “ ujarku pada bintang . “ Untuk apa ? “ bintang itu seolah menjawab dengan kerlipannya . Aku terheran-heran , mengapa bintang itu menjawab . “Aku ingin melihatnya , walaupun dari atas sana , walaupun dari kejauhan , walaupun agak sulit melihat senyumnya jika dia sedang tersenyum , walaupun sulit membuatnya menoleh ku karena aku harus berteriak-teriak memanggilnya , walaupun aroma tubuhnya tak bisa aku cium “ .
Lalu angin semilir menerpa pipiku ....
Wusssssssssssssssssssssssssssssssss ..............................
Wangi apa ini ? seperti wangi aroma tubuhnya ? Ah aku lupa . mungkin aku hanya sedang berkhayal . Ahhhhhhhh sebal !
“Hai ! apa kabar kamu sayang ? “ ujar seorang lelaki yang mencoba merapihkan sedikit koran yang tersisa bekas ku dan membaringkan tubuhnya disebelah tubuhku . “ K – k – k – k – k – k – k – k a m u?? kenapa kamu bisa disini ? kan kamuuuuuuuuu-------------------- “ . “ Syuttttttsssss ................. aku kan disini karna kamu bilang kamu kangen aku “ . Ujarnya memotong perkataanku...
Aku hanya bisa terdiam , mengapa dia datang tepat disaat aku benar-benar menginginkannya. Lalu aku memberanikan diri berkata , “ Kamu liat deh bintang disana , tadi aku minta sama bintang itu buat tukeran tempat dulu sama aku disini . Sekarang aku udah gamau lagi ah ! “ . Ujar ku sedikit terbahak . “Meminta bintang itu buat tukeran tempat sama kamu ? loh memangnya kenapa ? kenapa kamu jadi udah gamau lagi sekarang ? bukannya dari kejauhan kamu jadi bisa slalu melihatku ? “ katanya mencoba meledekku". "ah kamu , kan kamu sekarang disini , disebelah aku “ , ujarku malu .
Aku tersipu malu mengatakannya , dia meraih tanganku dan memegangnya erat .
“Aku sangat merindukanmu leo, aku fikir kita takkan pernah bertemu lagi, aku fikir aku dan kamu akan berpisah untuk waktu yang sangat lama, aku fikir kamu takkan lagi mengenaliku“. ujarku lirih. Aku mulai tak bisa mengontrol emosi haruku . Mataku mulai berkaca-kaca , suaraku mulai tersengal mengucapkan kata demi katanya . “Aku fikir juga begitu . Aku fikir aku akan lama bertemu lagi dengan orang bodoh sepertimu , akan butuh waktu yang lama untuk sekedar bertanya apa kabar kamu sayang , akan butuh waktu lama untuk mengolok-olokmu dan melihat muka kesalmu karna olokanku, dan mencubit gemas pipimu lagi . Ternyata sekarang ... semua itu terbukti salah kan ? Sini dong , aku mau meluk kamu “ , ujarnya hangat .
“Aku sangat merindukanmu leo, aku fikir kita takkan pernah bertemu lagi, aku fikir aku dan kamu akan berpisah untuk waktu yang sangat lama, aku fikir kamu takkan lagi mengenaliku“. ujarku lirih. Aku mulai tak bisa mengontrol emosi haruku . Mataku mulai berkaca-kaca , suaraku mulai tersengal mengucapkan kata demi katanya . “Aku fikir juga begitu . Aku fikir aku akan lama bertemu lagi dengan orang bodoh sepertimu , akan butuh waktu yang lama untuk sekedar bertanya apa kabar kamu sayang , akan butuh waktu lama untuk mengolok-olokmu dan melihat muka kesalmu karna olokanku, dan mencubit gemas pipimu lagi . Ternyata sekarang ... semua itu terbukti salah kan ? Sini dong , aku mau meluk kamu “ , ujarnya hangat .
Kemudian dia meraih tubuhku , aku memeluknya dan percis bersandar di atas pundaknya yang lapang, karna dia memang sangat kurus. Aku memejamkan mataku dan merasapi nya dalam-dalam. Dia mengusap kepalaku sambil sesekali menciuminya . Aku larut dalam perasaan haruku , rasanya masih sama seperti itu , masih senyaman itu , masih sehangat waktu itu , masih membuatku candu dan tak ingin melepaskan pelukan ini .
Aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada tuhan untuk malam ini..... aku ingin seperti ini sudah lama , dari kemarin-kemarin , dari waktu itu dan sudah sangattttt lamaaa! AAAAAhhhhhh akhirnyaaaaa ........ Aku larut dalam keharuan , air mataku mulai tak tertahan. Aku semakin larut, air mataku sudah tak dapat lagi aku bendung, sesekali isakku terdengar oleh kedua telingaku sendiri. Air mataku jelas terasa sekali dipipiku , seperti ada air yang menggenangi pipiku.
Memangnya malaikat ku yang tak bersayap ini memakai baju apa , ujarku dalam hati , merasa heran sendiri . Semakin hening dan basah . Anginpun semakin terasa semilinya di sekujur tubuhku . Mengapa sedingin ini ? aku mencoba membuka mataku .
DAN !!!!! ...................................................................................................................................
Mana malaikat tak bersayapku tadi ?
Kemana ia yang jelas tadi berbaring disebelahku ?
Yang jelas menyapaku dengan lembut ,
yang jelas mempuyai senyuman malaikatwi itu?
Kemana malaikatku tadi ?
Tadi ia jelas mendekapku dan mengusap hangat rambutku.........
Kemana ia Kemana ia Kemana ia ?
Tadi jelas ia mengecup kepalaku hangat
Membiarkan aku berbaring di pundaknya
Lalu kemana dia ?
Aku begitu nyata melihatnya tersenyum ,
Begitu nyata mendengarnya menyapaku ,
Begitu nyata merasakan dekapan hangatnya !
AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ! Ku tengok ia kedasar rumahku , kucari-cari sosok tadi itu . kupanggil namanya . Namun tak ada jawaban !
Tadi itu..................................................... aku yakkin sekali aku tak berkhayal !
Ku cari lagi, ku cari terus . Sampai aku menyerah mencari sosoknya !
Tak ada ! Tak ada dimanapun..........Aku duduk dan mendekap kedua kakiku sambil menatap kosong lantai basah yang ku injak .
Tangisku tadi , terasa sangat menggenang di pipiku , ternyataaaaa , ternyata aku bukan sedang mendekapnya , bukan sedang berbincang dengannya , bukan sedang di manjakannya ,dan memang tak sedang bersamanya . Tapi tadi itu aku bermimpi !
Mengapa terasa sangat jelas ?? ujarku lirih dalam hati . Aku kesal , benci , dan merasa semakin sangat rindu . Mengapa aku harus mengunjungi halaman atas rumahku dan tertidur . Aku merasa mimpiku malam ini cukup mempermainkan perasaaanku .
AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ! padahal aku fikir dia disini, malaikatku benar disini dan mendekapku ... tapi semua itu hanya mimpi.
"bukankah dalam mimpi pun masih terasa sangat nyaman bukan ? dan sedikit mengobati ? " Ujarku dalam hati mencoba membesarkan hatiku yang sebenarnya hancur sambil mengusap air mataku dan bergegas kembali kekamar ku .
0 komentar :
Posting Komentar